Thursday, April 22, 2010

Hp Nexian Ponsel

Telenovela Lola - SEJUMLAH kalangan memprediksi ponsel Cina atau brand lokal tetap akan merajai penjualan minimal dua tahun ke depan. Prediksi ini diperkuat dengan membanjirnya ponsel Cina yang masuk Indonesia pasca pemberlakuan ACFTA yang diimbangi tingginya penjualan yang tembus rata-rata 80 unit perhari.

Manager CV Ladas Palembang Square, Ahmad Taufik kepada Sripo di ruang kerjanya, Minggu (17/4) menjelaskan membanjirnya ponsel Cina ke sejumlah pasar di Indonesia juga didukung oleh tingginya minat masyarakat. Ditambah lagi, pemberlakuan ACFTA membuat ponsel ini kian menjadi

raja. Dalam hal penjualan saja, lanjut Taufik, CV Ladas yang merupakan distributor resmi beberapa merek ponsel branded seperti Nokia, Samsung, LG jauh menurun dibandingkan penjualan merek ponsel lokal, seperti Beyond, Nexian, Mixcon, G-Star dan HT Mobile.

Fitur unggulan yang paling diminati konsumen adalah dual simcard, dan televisi. Dua fitur ini menjadi daya tarik utama karena terlihat ‘unik’ sekaligus simple. Bahkan ada beberapa tipe ponsel lokal yang memiliki tiga slot simcard yang aktif secara bersamaan.

Lebih lanjut Ahmada mengatakan, dengan harga sekitar Rp 800 ribuan konsumen sudah dapat memiliki ponsel dengan segudang fitur, seperti mp3, mp4 player, radio, kamera digital, perekam video, hingga televisi.

Selain itu, ponsel lokal cenderung lebih agresif mengikuti perkembangan ponsel dunia, apalagi sejak BlackBerry menjadi wabah. Potensi ini dimanfaatkan berbagai ponsel lokal untuk mengikuti

model yang sedang booming ini. Kesempatan untuk memiliki blackberry dengan rasa lokal yang murah membuat tingginya penjualan produk ini.

Dalam setiap bulannya, katanya, CV Ladas PS Mall dapat menjual lebih dari 280 ponsel untuk semua brand yang dipegangnya. “Dari total keseluruhan ponsel yang keluar (laku, red) sekitar 70 persennya merupakan produk lokal dan sisanya ponsel branded,” katanya. bebernya.

Bahkan, jika selama ini Global Teleshop hanya menjual ponsel Nokia saja, kini dengan melihat potensi pasar ponsel lokal, juga memutuskan untuk menjadi distributor resmi merek ponsel lokal, G-Mobile.

Senada diungkapkan Een, pemilik counter Dharmaiz di seputaran IP ini juga mengaku hal yang sama. Dia memprediksi keberadaan ponsel lokal tetap akan diminati jika mampu mempertahankan

di level harga murah. “Bahkan nanti pangsa pasar ponsel Nokia atau lainnya terus akan terkikis jika tidak cepat melakukan inovasi,” katanya. sripo

No comments:

Post a Comment