Tuesday, April 27, 2010

Films in Movie History

Triunfo Del Amor - "Radio"—the true story of high school football coach Harold Jones and a mentally-challenged young man named James Robert "Radio" Kennedy—might well be one of the most under-rated and under-appreciated movies in film history.

James Kennedy was nicknamed "Radio" by the townspeople of Anderson, South Carolina because he was always listening to discarded radios. As a youth he would push or ride a grocery cart down the street, talking to no one. It was 1976 and Radio did not attend school because he was mentally challenged, and an easy target for kids more fortunate.

After some football players on coach Harold Jones' T. L. Hanna High School team harass, intimidate and scare the living daylights out of Radio (played by Cuba Gooding Jr.), Jones befriends and protects Radio by slowly winning his trust and inviting him to the team's football practices.

Coach Jones (played magnificently by veteran actor Ed Harris) eventually has Radio helping out as a "coach" and sitting on the bench during the games. When Radio's new-found acceptance leads to his self-image and self-confidence rising, his enthusiasm creates a distraction for the team at a critical moment, and some boosters (like the father of a star player) want Radio gone.

Fortunately for Radio, his unpretentious love and loyalty to the coach and players resonates, and Radio is allowed to remain part of both the team and the school. At this point in time, Radio is attending school, not as a student, but as a positive influence on the students and a welcome school-helper.

All of this is reminiscent of the biblical admonition "if you hear His voice today, harden not your heart." Radio is about love, acceptance, approval, understanding, compassion, kindness, loyalty and finding peace in our time.

Radio the movie was inspired by Gary Smith's 1996 article titled "Someone to Lean On" that first appeared in Sports Illustrated magazine. The film benefits greatly from the script by Mike Rich and direction by Mike Tollin, also one of the producers with Herb Gains and Brian O'keefe. Radio managed to generate $52+ million at the box office, but received mixed positive and negative reviews by the critics (of which I am one).

Radio was a terrific movie with a genuine message of value. Radio gets a positive answer to my most searching question as a movie reviewer: Am I a better person for having seen this film? You better believe it.

I am incensed that Radio was absolutely snubbed at major awards time. It is not like Ed Harris is a nobody. Before Radio was made, Ed Harris had been nominated for 3 Oscars as Best Supporting Actor ("The Hours", "The Truman Show" and "Apollo") and been nominated for Best Actor in "Pollock". Add to those honors 4 nominations by the Golden Globes and a Best Actor Golden Globe for The Truman Show.

Cuba Gooding Jr. had won an Oscar as Best Supporting Actor in "Jerry Maguire" (remember his famous line "Show me the money"), and was nominated for a Golden Globe for the same award.

The really good news about Radio is that Radio is still helping coach the Hanna High School team and bringing his presence to the school. He remains a story that continues to grow and radiate with positive vibes.

Saturday, April 24, 2010

Fantasy Sports News

Telenovelas - Fantasy football fans, the season is upon us. Things are really starting to heat up now that pre-season games are only weeks away. To get a better idea on some fantasy football projections for the 2009 season, I sat down with Stinkball.com Fantasy Football creator Jason McCoy in Asheville, North Carolina. McCoy is a member of the Fantasy Sports Trade Association and was recently (July 21, 2009) featured on a MockDraftCentral.com expert draft.

S: Thanks for joining us today. I play fantasy football and follow the off-season news religiously. I was surprised by some of the choices in this year’s NFL draft. What do you predict will happen in the fantasy drafts?

J: Honestly, no matter who is number one on the depth charts right now, their true value won’t be known until at least after the second pre-season game. A lot of fantasy relevant positions are up for grabs this year, and we’re going to see most teams nailing down those key slots sometime in mid-August. With the rookies, there’s too much uncertainty to pigeonhole them now; as usual rookies are somewhat of a hit and miss proposition.

S: When you’re drafting players for your fantasy leagues, how do you determine your draft strategy?

Thursday, April 22, 2010

Hp Nexian Ponsel

Telenovela Lola - SEJUMLAH kalangan memprediksi ponsel Cina atau brand lokal tetap akan merajai penjualan minimal dua tahun ke depan. Prediksi ini diperkuat dengan membanjirnya ponsel Cina yang masuk Indonesia pasca pemberlakuan ACFTA yang diimbangi tingginya penjualan yang tembus rata-rata 80 unit perhari.

Manager CV Ladas Palembang Square, Ahmad Taufik kepada Sripo di ruang kerjanya, Minggu (17/4) menjelaskan membanjirnya ponsel Cina ke sejumlah pasar di Indonesia juga didukung oleh tingginya minat masyarakat. Ditambah lagi, pemberlakuan ACFTA membuat ponsel ini kian menjadi

raja. Dalam hal penjualan saja, lanjut Taufik, CV Ladas yang merupakan distributor resmi beberapa merek ponsel branded seperti Nokia, Samsung, LG jauh menurun dibandingkan penjualan merek ponsel lokal, seperti Beyond, Nexian, Mixcon, G-Star dan HT Mobile.

Fitur unggulan yang paling diminati konsumen adalah dual simcard, dan televisi. Dua fitur ini menjadi daya tarik utama karena terlihat ‘unik’ sekaligus simple. Bahkan ada beberapa tipe ponsel lokal yang memiliki tiga slot simcard yang aktif secara bersamaan.

Lebih lanjut Ahmada mengatakan, dengan harga sekitar Rp 800 ribuan konsumen sudah dapat memiliki ponsel dengan segudang fitur, seperti mp3, mp4 player, radio, kamera digital, perekam video, hingga televisi.

Selain itu, ponsel lokal cenderung lebih agresif mengikuti perkembangan ponsel dunia, apalagi sejak BlackBerry menjadi wabah. Potensi ini dimanfaatkan berbagai ponsel lokal untuk mengikuti

model yang sedang booming ini. Kesempatan untuk memiliki blackberry dengan rasa lokal yang murah membuat tingginya penjualan produk ini.

Dalam setiap bulannya, katanya, CV Ladas PS Mall dapat menjual lebih dari 280 ponsel untuk semua brand yang dipegangnya. “Dari total keseluruhan ponsel yang keluar (laku, red) sekitar 70 persennya merupakan produk lokal dan sisanya ponsel branded,” katanya. bebernya.

Bahkan, jika selama ini Global Teleshop hanya menjual ponsel Nokia saja, kini dengan melihat potensi pasar ponsel lokal, juga memutuskan untuk menjadi distributor resmi merek ponsel lokal, G-Mobile.

Senada diungkapkan Een, pemilik counter Dharmaiz di seputaran IP ini juga mengaku hal yang sama. Dia memprediksi keberadaan ponsel lokal tetap akan diminati jika mampu mempertahankan

di level harga murah. “Bahkan nanti pangsa pasar ponsel Nokia atau lainnya terus akan terkikis jika tidak cepat melakukan inovasi,” katanya. sripo

Sunday, April 18, 2010

Film Indonesia

Amor Real Telenovela - Perkembangan film dalam negeri, jika dilihat dari segi kuantitas, memang menggembirakan. Namun, dari sisi kualitas, menurut penilaian sutradara Hanung Bramantyo, tidak demikian.

"Kalau saya melihat secara kuantitas tentu membahagiakan. Dulu, ketika pertama kali saya datang ke Jakarta, setiap melihat bioskop enggak ada film Indonesia. Kalaupun ada film Indonesia, adanya film yang isinya tentang seks," cerita Hanung di sela acara Hari Film Nasional di Club XXI Djakarta Theater, Jakarta Pusat, Selasa (30/3/2010).

Lanjut suami pesinetron yang juga pemain film Zaskia Adya Mecca ini, perkembangan kuantitas film semakin membaik sejak 2001. "Dimulai ketika ada Petualangan Sherina dan AADC? (Ada Apa dengan Cinta?) kemudian ada Jelangkung. Tiga genre ini yang menjadi awal kebangkitan film Indonesia," kata Hanung.

Namun, Hanung menyayangkan, seiring perkembangan film Indonesia dimulai, akhirnya genre film anak harus mengalah kepada film horor. "Tapi, sayangnya genre untuk anak sekarang hilang. Akhirnya, yang merajai sekarang horor. Mulai dari horor yang sopan sampai horor yang tidak sopan," katanya lagi.

Hanung menyimpulkan, dari sisi kualitas perfilman Indonesia justru mandek. "Kalau secara kualitas, film kita selalu mengalami kemandekan. Jangankan soal teknik, dalam segi cerita pun selalu ada pengulangan. Termasuk film horor, tidak ada yang baru, selalu seperti itu," ulasnya.

Karena alasan itulah Hanung menganggap film horor terkesan kacangan. "Itu yang membuat film horor itu terkesan gampang. Itulah yang membuat film horor terasa kacangan. Karena, orang menganggap film horor itu gampang dan bikinnya cepat. Yang penting, asal bikin kaget, terus penonton suka. Ditambah lagi, dengan judul yang dibuat seseram mungkin," ujarnya. "Itu yang buat pandangan orang rendah terhadap film horor," sambungnya. "Itu yang membuat saya merasa kualitas film kita kembali ke awal 1990-an," imbuhnya.

Bagi Hanung, memproduksi film horor tak semudah yang dibayangkan. "Saya sendiri saja merasa tidak mampu membuat film horor, karena butuh kecerdasan tersendiri dan butuh teknologi tersendiri. Karena, bagi saya, membuat film horor itu ada kesulitan tersendiri," ucapnya

Friday, April 16, 2010

Anggota DPRD Dengar Tragedi Priok Sambil Molor ‎

Watch Movie Online - Dengan mengenakan jas dan kopiah hitam, Foke sapaan Fauzi Bowo, menjelaskan apa saja yang telah dicapai dan yang akan dilakukan terkait kasus kerusuhan di kawasan Makam Mbak Priok, Koja, Jakarta Utara, Rabu (14/4).

Tidak semua anggota DPRD DKI memperhatikan pidato yang disampaikan Foke. Beberapa anggota malah asyik tertidur di kursinya.

Entah apa yang dimimpikan oleh salah satu anggota DPRD yang terlelap itu. Foke memastikan pihaknya sama sekali tidak berniat untuk memindahkan makam kramat Mbah Priok ke tempat lain.

"Tidak pernah memindahkan situs sejarah, ini bertentangan dengan UU dan keyakinan masyarakat," tegasnya.

Sunday, April 11, 2010

Serbuan Helm China ‎

Camille Donatacci Grammer - Aturan yang mewajibkan helm yang beredar di Indonesia harus memiliki embose Standar Nasional Indonesia (SNI) selain berguna untuk melindungi kepala bikers ternyata juga dimaksudkan untuk menghalau serbuan helm-helm dari China.

Logo Helm SNI itu berguna untuk menghalau masuknya helm-helm China. Terlebih di masa depan persaingan dengan China akan semakin ketat. Apalagi dengan adanya perjanjian perdagangan bebas atau free trade area antara Asean dengan China.

Hal tersebut disampaikan oleh Staf Ahli Asosiasi Industri Helm Indonesia (AIHI), Thomas Lim akhir pekan lalu.

"Sebentar lagi akan ada perdagangan bebas dengan China, nah SNI ini bagus buat menghalau masuknya helm-helm China yang kualitasnya meragukan," ujarnya.

Karena bila tidak ada standar yang ditaati, maka bila perdagangan bebas itu mulai dilaksanakan, tidak ada yang bisa menjamin helm-helm impor yang masuk, terutama dari China akan memiliki kualitas yang baik.

"Ini tentu berbahaya bagi pengendara motor kita. Karena itu, SNI ini berguna sebagai barrier kita," tandasnya.

Standar nasional sebuah negara pun lanjut Thomas, merupakan hal yang biasa. Sebab saat ini hampir semua negara sudah memiliki standar nasional sendiri dan produsen helm yang hendak memasukan helm ke sebuah negara harus mengikuti standar itu.

Produsen helm di Indonesia pun saat ini sudah diwajibkan untuk meng-embose helm produksi mereka dengan logo SNI. Pengendara roda dua pun juga sudah diwajibkan untuk menggunakan helm berlogo SNI.

"Dan kewajiban itu bukan hanya untuk produsen lokal saja, helm impor pun entah itu dari China, Eropa, Amerika atau lainnya
Juga harus mau melakukan sertifikasi SNI dan meng-embose helmnya bila mau dijual di Indonesia," pungkasnya.

Friday, April 9, 2010

soal Helm SNI

Bikini - Kesadaran menggunakan helm berlabel Standar Nasional Indonesia atau SNI masih sangat rendah. Bahkan, peraturan wajib helm SNI yang diberlakukan pemerintah sejak 1 April 2010 itu justru banyak menuai pandangan "miring" dan dianggap memberatkan oleh masyarakat.

Ada juga pandangan yang menyebut bahwa pemberlakuan helm SNI hanya akal-akalan pengusaha untuk menaikkan pasar pembeli.

Hal ini diakui oleh Kepala Badan Standardisasi Nasional (BSN) Bambang Setiadi, Rabu (7/4/2010). "Masyarakat banyak berpandangan negatif terhadap pemberlakuan SNI helm ini," kata Bambang.

Padahal, helm SNI merupakan salah satu kelengkapan pengendara sepeda motor untuk mengurangi dampak kecelakaan yang menyebabkan kematian. Hal inilah yang mendorong BSN—sebagai lembaga pemerintah yang mempunyai tugas pokok mengembangkan dan membina kegiatan standardisasi di Indonesia sejak tahun 2007—mengeluarkan SNI 1811 : 2007 tentang helm sebagai acuan.

Berdasarkan catatan BSN, angka kecelakaan sepeda motor meningkat dari tahun ke tahun. Pada tahun 2009, tercatat ada 6.608 kasus atau meningkat dibandingkan tahun 2008 yang mencapai 5.898 kasus. Hasil penelitian menunjukkan, 88 persen korban kecelakaan sepeda motor mengalami cedera di kepala. Sekitar 66,7 persen korban berumur antara 20 dan 39 tahun, dan 25 persen kematian akibat kecelakaan terjadi pada pengendara sepeda motor.

"Hal ini menunjukkan bahwa pemakaian pelindung kepala sangat penting bagi pengendara sepeda motor," paparnya.

Menurut data Asosiasi Industri Helm Indonesia (AIHI), tahun lalu produksi helm dalam negeri mencapai lebih dari 14 juta unit. Adapun produksi untuk tahun ini diperkirakan mencapai 24 juta unit. Sementara itu, berdasarkan data BSN, produksi helm lokal rata-rata 9 juta per tahun.

Ironisnya, antara 20 dan 30 persen di antaranya berkualitas bukan SNI. Hingga kini, baru delapan perusahaan dan 19 merek helm yang sudah disertifikasi SNI, yakni PT Dana Persada Raya Motor Industry, PT Mega Karya Mandiri, PT Inplasco, PT Tara Kusuma Indah, UD Safety Motor, PT Dinaheti Motor Industri, PT Helmindo Utama, dan CV Triona Multi Industri.

Wednesday, April 7, 2010

Maggie doc finds international homes‎

White Bikini - A French documentary about the 'men in grey suits' who forced former UK prime minister Margaret Thatcher to step down in 1990 is proving popular on the international market. Who Killed Maggie?, produced by Cinétévé 2009 for public broadcaster France 2, is being distributed by Zodiak Entertainment Distribution, which today confirmed that the title has sold to VRT and RTBF in Belgium, SBS in Australia, Radio Canada and ERT3 in Greece.

[SB Passion 3] Other buyers for the doc include IETV Israel, Bulgarian National TV, RTE in Ireland, NHK in Japan, TSR in Switzerland, RTP in Portugal, Rai TV in Italy and Historic Channel in Russia, the Italian-owned company added.

The film, winner of France's Fipa d'Argent award for best documentary of 2009, is from documentary maker William Karel and examines what Zodiak described as "the political assassination" of Thatcher, and it will be on the firm's slate for MipTV next month.

So will Hunting Down Paedophiles: Citizens on the Watch, another French doc that is selling well for Zodiak. Produced by Premières Lignes TV/Amip France for Canal+, it has sold to pan-Asian broadcaster All Asia Networks, VRT and RTBF in Belgium, TSR and RSI in Switzerland and DR-TV in Denmark. Further buyers include SF in Austria, RTE Ireland, TV4 Sweden, TVN Poland, TVI Portugal and Foxtel Australia.

In other news, Zodiak has licensed Millennium: The Story, a one-hour documentary about Swedish author Stieg Larsson's trilogy, to TSR Switzerland, Be TV Belgium, and Canal+ in Spain and Poland. It was produced by Impact Press for Canal+ France.

Saturday, April 3, 2010

Adhyaksa Kritik Perilaku Pejabat

Bikini - Perilaku pejabat sekarang yang suka dilayani dinilai jauh dari sosok birokrat yang diharapkan. Tingkah pola yang seperti itu pun mendapatkan kritikan mantan Menegpora Adhyaksa Dault. "Rasulullah itu manusia biasa, suka bercanda. Nggak jaim. Kalau ketemu sahabatnya, nggak harus begini (menunduk dan memberikan tangan untuk dicium), nggak," ujar Adhyaksa Dault saat memberikan ceramah dalam acara memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Baiturahman LP Cipinang, Kamis (11/3/2010).

Adhyaksa menambahkan, banyak perilaku pejabat sekarang yang sama sekali tidak mencerminkan akhlak Rasulullah. Adhyaksa mencontohkan, ketika zaman rasul para sahabat selalu menghindari saat diberikan jabatan karena tahu beban yang ditanggung.

"Kalau sekarang pengumuman jadi menteri, sujud syukur, alhamdulillah. Kalau zaman dulu dapat jabatan pada nggak mau, inna lillah," kritik mantan menteri pemuda dan olahraga tersebut.

Adhyaksa menambahkan, selain para pejabat, kelakuan para elit politik juga banyak yang tidak dapat dijadikan contoh. Mereka dinilai sering menghalalkan berbagai cara untuk mencapai tujuannya.

"Sekarang, orang hajar kiri, hajar kanan. Dalam politik ada black campaign, menjatuhkan lawannya, cari kesalahan orang," jelasnya.

Adhyaksa pun mengatakan, perilaku seperti itu pun tidak ada gunanya. Karena semua yang hidup baik pejabat maupun rakyat biasa pasti akan mati. "Pak Harto yang semua orang takut, waktu dia 32 tahun berkuasa tetap aja mati juga. Adhyaksa calon mati, Pak SBY calon mati," pungkasnya.