Bikini - Perilaku pejabat sekarang yang suka dilayani dinilai jauh dari sosok birokrat yang diharapkan. Tingkah pola yang seperti itu pun mendapatkan kritikan mantan Menegpora Adhyaksa Dault. "Rasulullah itu manusia biasa, suka bercanda. Nggak jaim. Kalau ketemu sahabatnya, nggak harus begini (menunduk dan memberikan tangan untuk dicium), nggak," ujar Adhyaksa Dault saat memberikan ceramah dalam acara memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Baiturahman LP Cipinang, Kamis (11/3/2010).
Adhyaksa menambahkan, banyak perilaku pejabat sekarang yang sama sekali tidak mencerminkan akhlak Rasulullah. Adhyaksa mencontohkan, ketika zaman rasul para sahabat selalu menghindari saat diberikan jabatan karena tahu beban yang ditanggung.
"Kalau sekarang pengumuman jadi menteri, sujud syukur, alhamdulillah. Kalau zaman dulu dapat jabatan pada nggak mau, inna lillah," kritik mantan menteri pemuda dan olahraga tersebut.
Adhyaksa menambahkan, selain para pejabat, kelakuan para elit politik juga banyak yang tidak dapat dijadikan contoh. Mereka dinilai sering menghalalkan berbagai cara untuk mencapai tujuannya.
"Sekarang, orang hajar kiri, hajar kanan. Dalam politik ada black campaign, menjatuhkan lawannya, cari kesalahan orang," jelasnya.
Adhyaksa pun mengatakan, perilaku seperti itu pun tidak ada gunanya. Karena semua yang hidup baik pejabat maupun rakyat biasa pasti akan mati. "Pak Harto yang semua orang takut, waktu dia 32 tahun berkuasa tetap aja mati juga. Adhyaksa calon mati, Pak SBY calon mati," pungkasnya.
Adhyaksa menambahkan, banyak perilaku pejabat sekarang yang sama sekali tidak mencerminkan akhlak Rasulullah. Adhyaksa mencontohkan, ketika zaman rasul para sahabat selalu menghindari saat diberikan jabatan karena tahu beban yang ditanggung.
"Kalau sekarang pengumuman jadi menteri, sujud syukur, alhamdulillah. Kalau zaman dulu dapat jabatan pada nggak mau, inna lillah," kritik mantan menteri pemuda dan olahraga tersebut.
Adhyaksa menambahkan, selain para pejabat, kelakuan para elit politik juga banyak yang tidak dapat dijadikan contoh. Mereka dinilai sering menghalalkan berbagai cara untuk mencapai tujuannya.
"Sekarang, orang hajar kiri, hajar kanan. Dalam politik ada black campaign, menjatuhkan lawannya, cari kesalahan orang," jelasnya.
Adhyaksa pun mengatakan, perilaku seperti itu pun tidak ada gunanya. Karena semua yang hidup baik pejabat maupun rakyat biasa pasti akan mati. "Pak Harto yang semua orang takut, waktu dia 32 tahun berkuasa tetap aja mati juga. Adhyaksa calon mati, Pak SBY calon mati," pungkasnya.
No comments:
Post a Comment